Welcome To My Blog

Sabtu, 17 Mei 2014

SANGGAR KECIL TUNAS CINTA



Selimut lembut masih membalut tubuhku. Mendekap guling adalah hal ternyaman yang kurasakan. Pagi itu aku masih terjaga dalam tidurku. Saat itu perasaanku agak berbeda, tiba-tiba terasa badai mimpi menghantam wajahku. Byurrr…. Segayung air mendarat di wajah. Tidak salah lagi, ini pasti ulah kakakku dengan kebodohan hobinya.
Oh God…!! Mengapa wanita tomboy ini selalu mengganggu keindahan mimpiku. Padahal aku sedang menikmati kenyamanan duduk di atas punggung kuda bersama seorang lelaki yang wajahnya sulit untuk ku tebak. Belum sempat melihat tatapan matanya kak Mira sudah membuyarkan mimpiku.
“Kak Mira… jangan kabur loe!!!!” Aku berteriak sekencang-kencangnya melebihi toa yang ada di masjid.
“seneng banget si Loe ganggu mimpi indah gue!” cetusku mengomel.
Parahnya ia selalu tertawa melihat penderitaanku. Punya kakak jahilnya minta amplop (eh…minta ampun maksudnya :D)
Yaa….. begitulah insiden di rumahku setiap paginya. Kak Mira adalah sosok wanita separuh pria. Haha..dia tuh tomboy abis,, tapi aku bangga karna dia udah kerja sebagai salah seorang tenaga pendidik yang mampu mencerdaskan anak bangsa. Tapi sifat jahilnya itu lho… gak ketolongan. Liat aja ntar tuh orang bakalan gue kerjain gantian (hihihi… >:/ )
Tapi sayang dia lebih sering memainkan hobi gilanya karena tiap pagi gue yang sering telat bangun. (hadeeeh… gatot -_-)
Upsss…. (tampang terkejut)
Waktunya ke sanggar nih.
Setibanya di sanggar
“Ini sanggar atau kandang ayam sih?” ucapku dalam hati.
Yah… sanggar kecil tempat aku berdiri ini tempatku berimajinasi. Meski keadaannya seperti ini. (menggerutu sambil beres-beres).
Aku suka menghayal disini, tapi hayalanku penuh cinta (hihi… ketok kepala sekali :D)
Tempat favoritku adalah di bawah pohon jambu yang selalu berbuah meski gak pada musimnya. Yah… Meski terkadang semut rang-rang itu selalu mengganggu kenyamananku tapi kini ku mulai bersahabat dengan mereka (haha..acem betol aja). Itulah sebabnya aku menamakan sanggar ini “SANGGAR KECIL TUNAS CINTA”. Selain itu ada kisah tersendiri mengapa ku beri nama itu.
Oh, iya… sanggar yang kumksud ini merupakan tempat aku mengemban ilmu Pramuka. Jiwa pramuka memang sudah melekat di hatiku. Bagaikan amplop dan perangko, selalu merekat dan terlihat serasi (hihi..keren bo’)
Ok fix, lanjut di hobiku yang gila ini. Aku hobi camping, singing, writing, reading sampe-sampe rambut pun kriting hehehe…
Hobi gilaku memang di Pramuka. Aku sih fine2 aja kalau orang bilang gila Pramuka! Tapi tanganku akan mengepal dan alis  ku akan naik 30o jika ada yang mengatakan aku Pramuka gila.
Aksiku di sanggar kecil ini cukup banyak, mulai dari berimajinasi, nonton tv, ngotak ngatik laptop, sampai berburu mimpi pun disini.. (aksi apaan.. hihi ^_^)
Tapi yang tak kalah penting aku suka menuangkan imajinasiku ke dalam goresan pena. Aku bahagia melihat keakraban pena  dan jari-jariku yang senantiasa selalu menghasilkan karya. Jiwaku indah jika seni selalu ada dalam hidupku. Bagiku hidup tanpa seni hanya akan terlihat monoton dan takkan menarik.
Sejenak kurebahkan tubuhku di sebuah kursi panjang dalam sanggar di hadapan tv. Sempat terlintas dipikiranku kenapa ya kakak ku itu jahilnya luar binasa (luar biasa kale -_-).  Memang sih dia baik banget tapi entah alasan apa yang membuatnya seperti itu. mungkin karena sifatnya yang tomboy itu kali ya.. apalagi dia sulit banget deket sama cowok (hihi…kasian banget kakak gue). Perlu dipermak kayaknya tu orang.
Hmm… mengingat cowok aku jadi teringat sebuah kisah terlukis indah di masa lalu (mulai galau deh… L)
Kakakku memang tomboy, tapi dia selalu enjoy. Nah gue, jadi korban pelarian (nyesek banget L)
Perdana ku menginjakkan kaki dan menyandang gelar warga racana ia selalu hadir di dunia nyata dan dunia khayalku.
Oh God! Otakku mulai keracunan pada saat itu. yang bener aje, wajahnya keliling-keliling di atas kepala. Udah kaya’ burung cicicuit yang di filem-filem aje.
Awalnya kenalan, terus ngajak ngobrol, perhatian, jalan, dan akhirnya… eng ing eng!!
Dia ngungkapin perasaannya bo’.. (cepet banget -_-)
Aku mah bingung mau bilang apa, jujur aja aku juga suka sama dia. Mulai kena virus pink deh hati gue pada saat itu. (klepek,,klepek :D)
“Hello….Chacha, Please deh.. jangan deketin dia lagi”. Ujar cika temen seperjuanganku.
“Kenapa memangnya Cik?” tanyaku penasaran.
“Dia tuh playboy banget. Udah ada cewe nya kale” cetusnya.
“Ah, yang bener Loe” (spot jantung, gak percaya)
“iya, serius. Kamu tu Cuma jadi korban pelarian dia aja, memang dia sempet putus sama cewenya itu karena dia bosen sama tuh cewe. Terus jadiin kamu sasaran pelarian deh”.
“sialan juga tuh cowo.” (gigit jari -_-)
“Haduh Chacha.. jangan gampang ketipu sama omongan lelaki deh. Apalagi di sanggar ini, kita juga udah di nasehati kan sama salah satu kakak senior.”
“Iya sih, Cik. Tapi….”
“jangan bilang kamu juga suka sama dia! Hello….Stop thingking about him. Okey!!”
“Chacha sayang… kamu tu sahabat aku. Aku gak mau kamu sakit hati.” Ujarnya perhatian.
“sekarang udah gak jaman jatuh cinta pake hati, tapi pake otak. Kaya lagunya Rossa nih.”
“Hey ladies, sekarang cinta pakai otak jangan mau ditipu dan  diduakan…………”
(yaelah… si kawan malah nyanyi -_-)
Oke deh.. itu kisah lumayan nguras hati, semangat dan fikiran gue. Makanya sekarang males banget bahas cinta.
Eitts… tapi gak bisa gitu juga sih, Arti kata cinta itu harus ku perluas. Memang awalnya aku menjuluki sanggar itu pas menatap wajahnya. Tapi bukan berarti cinta juga ikut jadi korban atas kemurkaanku padanya. Di sanggar kecil ini banyak cinta yang ku peroleh. Mulai dari cinta kepada orang-orang sanggarnya, cinta ilmu pramukanya, cinta alamnya dan gak kalah penting aku mencintai sanggar ini karena ia selalu menjadi saksi cinta dan imajinasiku (hahai….)
Oke deh… jam tanganku menunjukkan pukul 10.00 WIB.
What… jam 10. Itu artinya…
Gue harus kuliah….
Telat nih…keenakan ngayal
Sampai disini dulu goresan penaku tentang sanggar kecil tunas cinta.
Pesanku : jangan memperkecil makna cinta, dan jangan kambing hitamkan cinta dalam masalahmu. Karena sesungguhnya cinta itu luas, seluas cintaku pada sang Maha Cinta.

-THE END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar